POLRES LAMONGAN KEMBALI BUBARKAN KEGIATAN ORKES MUSIK DI ACARA HAJATAN

Hits: 113

Mediaciber.com.Lamongan – kegiatan masyarakat berupa hajatan pernikahan sudah mulai meningkat mengingat sudah memasuki bulan besar dimana banyak masyarakat Kab. Lamongan memilih bulan – bulan saat ini sebagai moment yang baik untuk melakukan hajatan khususnya hajat pernikahan.

Namun diawal pandemi covid19, hajatan dengan mengundang orkes musik sempat dihimbau oleh pemerintah Kab. Lamongan untuk tidak dilaksanakan karena akan berpotensi mengundang kerumunan massa yg dapat menjadi salah satu sarana penyebaran covid19 akan tetapi berjalan beriringan waktu masyarakat sudah mulai merasa jenuh dan mulai tidak mengindahkan himbauan tersebut padahal sampai saat ini pandemi covid19 masih belum usai.

Seperti halnya yang dilaksanakan di Dusun getung RT 03 RW 01 Desa Tawangrejo Kecamatan Turi Lamongan, hajatan milik salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Turi yang juga adik kandung dari Ketua DPRD Kab. Lamongan tersebut dilaksanakan dengan mendatangkan salah satu orkes musik OM. MAECELINA tepatnya pada hari Selasa, 8 Juni 2021.

Hajatan dengan mengundang orkes musik tersebut sontak ramai dan menjadi perbincangan netizen di media sosial mengingat kegiatan tersebut dilaksanakan pada malam hari dan dalam situasi pandemi covid19, kegiatan hajatan dengan orkes musik tersebut sangat *ironis* mengingat Kabupaten Lamongan tepatnya di desa Sidodowo kecamatan Modo kemarin sempat merebak / menyebar virus corona dengan klaster hajatan dimana 100 orang menjadi korban positif covid19 dan saat ini Kabupaten Lamongan sangat inten dan fokus dalam memerangi covid19 dan hal tersebut merupakan salah satu dari 5 program 100 hari kerja Bupati Lamongan.

Di beberapa wilayah di Lamongan dengan meningkatnya kasus covid19 yang mana saat ini Lamongan sudah berubah zona, dari zona kuning menjadi zona orange dan sudah sepantasnya dengan adanya kasus covid19 Desa Sidodowo Modo (klaster hajatan), forkopimda Lamongan khususnya satgas covid19 harus segera membuat aturan yang baku dengan mulai mengurangi intensitas kegiatan masyarakat yang berpotensi mendatangkan kerumunan massa, petugas kepolisian sebagai salah satu garda terdepan wajib hukumnya menghimbau seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan (5M) dan pada moment orkes musik malam itu, petugas polres Lamongan dan Polsek Turi telah melakukan langkah tegas dengan membubarkan orkes musik OM. MARCELINA namun tetap dengan sikap yang humanis.

Wawancara dengan salah satu petugas Polres Lamongan bahwa sampai saat ini Satuan intelkam tidak pernah mengeluarkan ijin untuk semua kegiatan masyarakat, apalagi kegiatan masyarakat yang berpotensi mendatangkan kerumunan massa mengingat kondisi masih dalam pandemi covid19.

Testimoni salah satu warga Dusun Getung yang bernama TOHA, bahwa sebelum hajatan dengan orkes musik MARCELINA di Dusun Getung dibubarkan oleh petugas, bahwa sebelumnya petugas juga sempat membubarkan orkes musik ARCELO pada giat salah satu hajatan di Dusun Getung karena dilaksanakan pada malam hari.

Salah satu pemilik orkes musik di Lamongan yang enggan disebutkan namanya merasa prihatin dengan kondisi seniman khususnya pemilik orkes musik karena pandemi covid19 membuat kondisi perekonomian seniman hiburan menjadi sepi dan minim pemasukan.(slm)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: Laporan Yono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Arep nyolong yo.. !!