Disaksikan Ulama’ Semadura, Tajul Muluk Beserta Pengikutnya berikrar Kembali ke Aswaja

Hits: 27

Mediaciber.com.Sampang, Ali Murtado Pemimpin aliran Syiah dimadura asal Karang gayam kecamatan Karang penang kabupaten Sampang Madura, Yang juga dikenal dengan panggilan Tajul Muluk itu Beserta 274 pengikutnya Berikrar Untuk kembali ke ajaran ahlussunnah wal jamaah (ASWAJA), Yang dilaksanakan di Pendopo Trunojoyo Kabupaten Sampang, Kamis (05/11/20).

Ikrar yang dilakukan Tajul muluk disaksikan Oleh Ulama Semadura, staf kepresidenan doktor H. Rumadi ahmad , Bupati Sampang H. Slamet Junaidi Wakil Bupati H. Abdullah Hidayat, Forkopimda Kepala Bakesbangpol Jatim, Dir Intel Polda Jatim, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa timur, dan lembaga dakwah PBNU Jawa timur. Setelah Tajul muluk membacakan ikrarnya Langsung di bacakan Sholawat, dan Terpantau Tajul muluk Menghampiri Para kiyai dan ulama untuk bersalaman dan saling berpelukan, Hingga akhirnya Tangis Harupun Mengisi suasana itu.

Tajul muluk beserta pengikutnya Ingin kembali menganut Ahlussunnah waljamaah Atas dasar kemauannya sendiri Tanpa ada pihak lain yang memaksa, karena menurutnya Ajaran syiah yang selama dia pahami merupakan ajaran Sesat dan menyesatkan,
sesuai dengan fatwa MUI Jawa timur “Nomor Kep-01/SKF-MUI/JTM/1/2012, putusan Pengadilan Negeri (PN) noSampang Nomor 68/Pid.B/2012/PN.Spg tertanggal 12 Juli 2012, putusan Pengadilan Tinggi Surabaya Nomor 481/Pid/2012/PT.Sby tanggal 10 September 2012 dan putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 1787/Pid/2012 tertanggal 3 Januari 2013” yang dibacanya Dalam Ikrar itu.

Tajul maluk Dalam Ikrarnya Siap dibimbing dari sisi Aqidah Syari’ah Maupun Tasawwuf oleh para ulama Ahlussunnah Wal jamaah Dan dirinya apabila melanggar Siap memepertanggung jawabkan Sesuai hukum yang berlaku.

“Saya bersedia dibimbing dari sisi Aqidah maupun tasawwuf oleh para ulama Aswaja” katanya.

Sementara itu Bupati Sampang H. Selamet Junaidi Dalam Sambutannya Mengatakan, dirinya mengajak ulama’ dan umara’ Bersama sama membangun Bersama menyelasiakan permaslahan yang ada Dengan menggunakan Hati bukan nafsu, katanya.

Masih berlanjut, Pihaknya dalam masalah ini hanya sebagai fasilitator, tanpa ada intervensi, Tajul muluk beserta pengikutnya memohon Serta mengajukan permintaan untuk disaksikan pembaitan, pihaknya membantu mediasi kepada para ulama, dan umara’. kedepan pihaknya berharapa ada kesamaan pemikiran antara pemerintah daerah, propennsi dan juga pemerintah pusat. “untuk aqidah kami serahkan kepada para alim ulama, masalah nasibnya itu tanggung jawab pemerintah kabupaten, provensi dan juga pemerintah Pusat.” Pungkasnya.(Tim)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: Laporan Yono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Arep nyolong yo.. !!