DEMOKRASI LAMPUNG MATI SURI

Mediaciber.com.Bandar Lampung – Hasil sidang lanjutan gugatan pasangan independen Ike Edwin dan Zam Zanariah ( Ike Zam), yang menghadirkan 165 saksi se-kelurahan Bandar Lampung. Kian membuktikan adanya indikasi kuat bahwa demokrasi di Lampung telah mati suri dengan adanya pembiaran pada kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif dalam proses verifikasi faktual (verfak) pendukungan Ike Zam.Minggu, 06-09-2020

Sebab itu, jelas Dang Gusti Ike Edwin, tim Ike Zam meminta agar Bawaslu dapat bekerja secara profesional demi penegakan demokrasi yang bersih, khususnya di wilayah Bandar Lampung.

Dugaan kecurangan terstruktur sistematik dan masif terjadi, lanjut mantan Kapolda Lampung, terjadi saat di lapangan, dengan adanya data MS dan TMS yang di rubah pada rapat pleno kecamatan. Sebelumnya tim Ike Zam mendapatkan data MS (memenuhi syarat) 26,077. Namun usai sidang pleno kecamatan dan kota, hasil verfaknya justru berbeda jauh menjadi 10.000.

Dalam sidang gugatan tersebut, tandas Dang Ike, ke 165 saksi juga memberi keterangan tentang adanya oknum ASN: Camat dan lurah. Juga, bukti-bukti foto dan video tentang intimidasi dari oknum oknum RT, RW dan kepala lingkungan yang menghadang warganya untuk tidak mendatangi verfak, dengan menakut-nakutinya tidak mendapatkan PKH dan BLT apabila menghadiri verfak.

“Terjadinya dugaan kecurangan tersebut jelas menunjukan bahwa demokrasi di Bandar Lampung sangat merugikan kami sebagai salah satu bakal calon dari perserorangan. Karenanya, pihak Ike Zam akan menuntut dan mempidanakan semua oknum oknum yang terlibat demi tegaknya demokrasi kedaulatan rakyat,” tegas sang tokoh adat Lampung.

” Sebab itu saya mohon juga kepada DKPP agar bisa datang dan melihat langsung fakta dalam persidangan yang diungkap saksi saksi kami melalui persaksian, bukti-bukti dokumen, video-video serta foto-foto,” demikian Dang Gusti Ike Edwin.(Red)

Baca :  Aduh..! Mantan Kades Kedung Waringin ( Sukarno ) Di Duga Timbun Ban-Pres

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Arep nyolong yo.. !!