Warga Menjerit : BBM Jenis Solar Di Sreseh Sampang Krisis , Diduga Ada Permainan Oknum SPBUN

Mediaciber.com.Sampang,- Nampak antrian panjang terlihat di sebuah SPBUN yang mendistribusikan Minyak jenis solar bagi nelayan, antrian itu di sebabkan Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsi membuat masyarakat nelayan di Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur menjerit. Beban nelayan semakin berat karena harus Pontang panting Untuk Mendapatkan BBM Jenis Solar Untuk Bisa melaut.

Seperti yang dirasakan seorang nelayan di Desa Labuhan Kecamatan Sreseh, SH 40 tahun. Menurutnya, semua nelayan mengeluh atas kelangkaan BBM solar sudah terjadi sejak sebulan belakangan.

Kondisi ini jelas menyulitkan kehidupan para nelayan kecil di Sreseh Hususnya Masyarakat Desa Labuhan, Apalagi penghasilan melaut saat ini tidak berimbang dengan modal dan biaya kebutuhan sehari-hari.
Kelangkaan BBM jenis solar menurutnya Karena Diduga Pemilik SPBUN 59. 69201 Masih Mengangkut Solar Ke Rumahnya.

” Pemilik SPBUN Mengangkut Kerumahnya, sebetulnya nggak Boleh Mas seperti itu, Masak pemilik Masih ngangkut Kerumahnya sendiri, Bahkan Dalam jumlah Banyak,” Jelasnya, Selasa (04/08/20), Pada awak mediaciber.com.

Dia menambahkan, Sebelah Timur Untuk Si pemilik dan Sebelah Barat Untuk para bakul dan nelayan yang beli Solar, imbuhnya.

Agar Berita yang Dimuat Mediaciber.com berimbang, awak media Mendatangi SPBUN Yang letaknya Berada Di dusun Labuhan Barat, Nampak Ratusan Drigen Berjejer Dalam Antrian Untuk Di isi oleh petugas SPBUN.

Awak Mediaciber.com Saat mengklarifikasi Kepada pemilik SPBUN, dia (Sehri) Menjelaskan, Dia membenarkan Kalau Masalah Mengangkut Kerumahnya, Namun dirinya tidak menimbun, tetapi untuk dijual kembali, dari dulu dia sudah jadi bakul Solar untuk menjual ke Nelayan. Yang jadi Langgananya,
“Dari dulu Saya jadi bakul untuk menjual ke nelayan, Kalau saya tidak Ngambil Mau beli kemana Langganan saya” jelasnya.

Baca :  Dampak Keputusan Kemenag RI, Sebanyak 1,361 CJH Bojonegoro Batal Diberangkatkan

Masih lanjut sehri, pihaknya siap untuk tidak mengangangkut Kerumahnya kalau ada pihak yang keberatan, Masalah Mesin yang Barat Memang Untuk para bakul, dan yang timur Untuk saya, karena untuk cadangan biar Bisa beroperasi Di saat Mesin satunya rusak, Lanjutnya.

Dari Kejadian itu H Mestari Selaku Sekertaris Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI). Angkat Bicara, Pihaknya Berharap Agar Pihak SPBUN (Sehri), Tidak Mengambil keuntungan kembali Dengan menjadi bakul Di rumahnya, Banyak nelayan Yang mengadu Ke Dirinya, Menurutnya Maslah Yang mengangkut kerumahnya, diduga Menimbun BBM jenis Solar yang di Dugakan Salah seorang nelayan, Pihaknya tidak bisa Membenarkan, Karena Menurutnya, Yang Berhak Menentukan itu sebuah Penimbunan atau tidak, bukan ranahnya, Tapi Ranah Pihak penegak Hukum.

“Masalah dugaan Masyarakat, pihak SPBUN menimbun atau tidak, bukan ranah Kami, Namun Ranah penegak Hukum,” Katanya.

Dia Menambahkan, Masyarakat Jangat Takut untuk Mengadukan Apapun Maslah nya kalau menemukan kejanggalan, Apalagi Masalah BBM jenis Solar Bersubsidi, yang sangat di butuhkan Nelayan, Menurutnya pihak SPBUN sejokyanya Menjual Solar ke nelayan bukan Di Timbun atau dijual Kepihak lain selain nelayan, “Imbuhnya.

Masih berlanjut, Pihaknya Berharap Kalau ada Masyarakat yang Melihat kejadiannya langsung, Pihak SPBUN Menimbun Dalam jumlah Besar Dan Mengambil Keuntungan Dari itu, Jangan sungkan sungkan Untuk Melaporkan, Pihaknya siap Mendampingi,
“Kami siap mendampingi Masyarakat untuk Melaporkan Kepihak yang berwajib, Disaat Masyarakat Menemukan Bukti Atau Melihatnya,” Pungkasnga.

Sebagaimana di atur undang-undang RI no 22 tahun 2001 pasal 55 ayat 1 tentang minyak dan gas bumi. Barang siapa yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak yang di subsidi pemerintah , sesuai yang tertuang di UU RI dapat di pidana penjara (6) tahun penjara serta denda RP 60.000.000.000 (Enam puluh miliar rupiah).

Baca :  Jelang Hari Bhayangkara Jajaran Polres Bojonegoro Datangi Pesantren Bagikan Masker Dan Pamflet

Serta Dalam pasal 53 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang migas juga disebutkan bagi siapa saja dengan sengaja atau membantu memperjual belikan BBM di anacam hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal 30 miliar.(Red/Tim Mansur)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Arep nyolong yo.. !!