Rab. Sep 18th, 2019

MEDIA CIBER

Selalu Bijak & Beradap

Pekerjaan Mujiana, 40 Th, Tukang Sadap

2 min read

Tuban  Mediaciber.com – Tuban adalah terkenal dengan kota seribu goa selain itu tuban juga terkenal dengan bumi wali, karena letaknya kota tuban berada
dekat pantai utara.tepat berbatasan dengan laut jawa.

Kondisi geografis tersebut membuat Tuban panas. Kondisi cuaca panas rupanya membawa keuntungan tersendiri bagi masyarakat Tuban. Bagaimana tidak? Hasil alamnya memiki keunikan tersendiri yang menjadikan Tuban terkenal dengan kota tuak, yang tidak ditemukan di daerah lain.

Salah satu pohon yang tumbuh diatas tanah merah tersebut adalah pohon siwalan. pohon ental, (bogor-Istilah jawa), atau lontar. tumbuhan pohon ini hanya bisa tumbuh didarah yang panas seperti tuban, pohon ini mempunyai ketinggian 15 hingga 20 meter, dan berusia puluhan tahun, dari pohon lontar itulah dapat menghasilan minuman jenis legen, maupun tuak.

Pohon siwalan saat berbunga bentuknya panjang dan menjulang. Orang Tuban menyebutnya sebagai tolo. Tolo inilah yang bisa menghasilkan getah apabila disadap. Getah tersebut bisa menjadi legen dan toak, Legen dan toak merupakan hasil proses fermentasi dan tentu mengandung alkohol. Terutama toak, kandungan alkoholnya lebih tinggi dibanding legen, sehingga lebih memabukkan.

Mujiana (60) adalah Salah satu Petani tuak di dusun mayang desa magersari kecamatan plumpang tuban, yang berhasil di wawancarai wartawan menceritakan, untuk menghidupi keluarganya ia bergantung pada pohon lontar yang selama ini menjadi penopang kehidupan keluarganya.

Dengan alat seadanya, Untuk menyadap legen dan tuak ia harus memanjat pohon setinggi 15 m, setiap hari, dalam satu pahon hasil sadapan rata rata satu liter,

Dilahan yang ia miliki ada sekitar 15 pohon lontar, jika ingin mendapat hasil yang banyak maka ia harus memanjat semua pohon yang ia miliki, berbekal pisau dan paralon mujiana memanjat satu pohon ke pohon lainya untuk mengambil sadapan legen dan tuak.

Baca :  Hadir Dalam Haul Ke 34, La Nyalla di Sambut Ribuan Jamaah

Dari 15 pohon yang ia panjat setiap hari mujiana mendapatkan 10 – 15 liter sadapan, setiap satuliter hasil sadapan yang berupa tuak itu dihargai 10 ribu, rata rata hasil yang ia dapat dari pohon lontar miliknyabitu, sekitar 150 ribu.

Namun demikian Mujiana dengan iklas dan sabar menjalani hidup sehari hari yang tergolong pas pasan ini, meski berpendapatan pas pasan, ia merasa bangga karena bisa membiayai hidup keluarganya hingga anaknya yang saat ini masih duduk di bangku perguruan tinggi (STIKES).

“Saya pengen mas anak perempuan satu satunya bisa sukses tidak seperti saya mas susah” tutur bapak Mujiana kepada Wartawan.7/8 2019.
______________________________________
Reporter : Budi
Editor : Bambang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *