Rab. Okt 16th, 2019

MEDIA CIBER

Selalu Bijak & Beradap

Hargamu Sejumlah Uang di Dalam Amplop Saja

2 min read

Penulis: Muding Pradita Sari Listiawan, mahasiswi FISIP UMM.

Mediaciber.com.Jombang-Kita semua tahu sekarang ini masih panas-panasnya akan unjuk rasa yang berujung bentrok karena adanya provoktor yang berhasil menyusup dalam aksi demonstrasi dan akhirnya terjadilah bentrok pada 22 Mei lalu, yang awalnya demonstrasi menentang hasil rekapitulasi Pilpres 2019 berlangsung di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Jakarta lalu berujung bentrok tersebut.

Bentrok tersebut awal mulanya berada disekeliling kantor Bawaslu akhirnya meluas ke daerah perekonomian rakyat Tanah Abang, Asrama Brimob di daerah Jalan KS Tambun , dan di Jalan Sabang. Dalam kasus tersebut telah ditemukan beberapa fakta diantaranya yaitu massa bayaran, karena ditemukan sejumlah amplop berisi uang dan pengakuan beberapa orang yang mengakui bahwa dirinya dibayar oleh seseorang untuk mengikuti bentrok tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Baca :  Aneh : Pembangunan Talut Di Kampung Balai Murni Jaya , Tidak Ada Papan Informasi

“ditemukan di mereka amplop berisikan uang total hampir Rp 6 juta, yang terpisah amplop-amplopnya. Mereka mengaku ada yang dibayar,”

Bukankah kita sebagai warga negara Indonesia ini seharusnya menjaga keamanan negara ini? Tetapi kenapa beberapa massa bayaran tersebut mau melakukan bentrok yang hanya dibayar dengan sejumlah nominal uang yang sebenarnya tidak seberapa besar dibandingkan harga diri mereka yang harus dilibatkan? Mungkin pikiran orang berbeda-beda mengenai kasus ini, ada yang berpendapat A dan ada yang berpendapat B, bahkan ada yang berpendapat C, D, E, dst.

Menurut saya pribadi massa bayaran tersebut mau melakukan aksinya karena ada beberapa faktor yang mendudukung hal tersebut terjadi dan karena sebagian besar massa bayaran tersebut merupakan preman Tanah Abang yang rata-rata semuanya membutuhkan uang. Lalu, kenapa tidak? Mungkin bagi mereka ini merupakan kesempatan untuk meraup keuntungan dari bentrok yang terjadi.

Tapi kenapa mereka tidak memikirkan bagaimana mereka kedepannya? Para massa bayaran tersebut saya katakan harga dirinya hanya sebatas beberapa lembar uang saja, mereka semua tidak memikirkan bagaimana kedepannya dan bagaimana akibat dari aksi yang dijalankannya tersebut. Bahkan tidak hanya bentrok saja, sebagian dari mereka telah tega menjarah beberapa toko milik warga dan toko tersebut merupakan sumber mata pencaharian mereka sehari-hari.

Dimana hati nurani kalian? Sudahkah perbuatan kalian itu keren dimata umum? Tidak! Perbuatan itu hanya mencoreng nama baik kalian saja. Sebenarnya aksi demonstrasi ini tidak akan berujung bentrok jika kita semua mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dan semua bersikap kondusif.( Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *