Program Padat Karya Tunai Desa Ngarum berujung Perusakan Tanaman Warga

Media ciber lamongang. Pemerintah Desa Ngarum Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan melakukan program Padat Karya Tunai (PKT) dari dana Desa sesuai dengan petunjuk dari pusat,bahwa 30 persen dari dari dana desa harus di gunakan program padat karya biar masyarakat bisa menikmati secara langsung dana tersebut dengan cara bekerja dan mendapatkan imbalan berupa upah kerja. Program itu telah dilaksanakan pada hari Minggu (28/10/2018).

Saat melakukan pekerjaan padat karya tunai obyek yang di kerjakan diduga tidak sesuai dari RAB nya. Semestinya yang di kerjakan adalah kali desa dari utara melingkar ke selatan desa lewat timur.

Dengan besar anggaran 45 juta namun setelah selesai masayarakat bergerak ke barat salursn milik pengairan solo hilir,akibat nya merusak tanaman pisang dan jati milik Drs Ali mukti yang kebetulan ketua LPLPK lamongan.

Menurut keterangan Ali mukti saat dikonfirmasi media ini. Menjelaskan bahwa perusakan itu di sengaja karena pihak solo hilir tidak memerintakan dan itu jelas ada komando dari perangkat Desa. padahal menurutnya cara penebangannya tebang pilih.

“Banyak mas tanah pengairan yang di tanami warga. tapi tidak di tebang seperti kali besar milik pengairan sebelah timur itu tanggulnya juga milik pengairan,tapi masih di manfaatkan warga juga gak apa apa,ya terserah aja kita ini negara hukum semua tatanan hidup di atur oleh hukum,kita akan tempuh jalur hukum juga ,kita tuntut perusakannya berdasarkan pasal 170 ayat 2,karena yang melakukan lebih dari satu,”keluhnya.

“Kita tidak mempermasakan tanah itu perdata dan udan jelas milik pengairan,” ungkap Ali mukti.

Menurut keterangan Teman LSM JERAT saat klarifikasi ke Kades Ngarum ,membenarkan kejadian tersebut dan kades tak pernah memeritakan ke situ entah siapa yang ngomando tutur Kades Ngarum kusnul.

Ketua LSM JERAT berjanji akan membatu saudara Drs Ali mukti yang menjadi korban pengrusakan. kita akan gerakan semua LSM yang ada Dilamongan tutur mifta jaini ketua LSM JERAT.(red)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *